Cara Mencari Sumber Mata Air Untuk Sumur Gali atau Bor

Survey air tanah biasanya menggunakan metoda geolistrik. Metoda geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang didasarkan pada penerapan konsep kelistrikan pada masalah kebumian. Tujuannya adalah untuk memperkirakan sifat kelistrikan medium atau formasi batuan bawah-permukaan terutama kemampuannya untuk menghantarkan atau menghambat listrik (konduktivitas atau resistivitas). Metode ini merupakan metode paling akurat sebab lapisan batuan yang mengandung air (aquifer) sangat mampu dialiri arus listrik.


Namun berikut ini adalah tehnik sederhana yang biasa digunakan untuk mencari sumber mata air dalam tanah guna membuat sumur bor ataupun sumur gali,

1. Menggunakan Daun Pisang
Ambillah beberapa lembar daun pisang dan letakan pada beberapa titik yang akan di bor /gali pada jam 10 malam. Pagi harinya silahkan lihat embun yang menempel pada daun pisang
tsb (pada bagian bawah daun). Semakin banyak embun yang menempel semakin banyak debit air bawah tanah tsb. Namun jika daunnya tetap kering berarti tidak ada sumber air di bawah
daun tsb.

2. Menggunakan Garam
Pada jam 8 malam letakkan 2 genggam garam dan tutup rapat dengan kaleng pada tempat yang akan digali / di bor. Pagi harinya silahkan lihat garam tersebut, jika habis atau tinggal sedikit berarti pada titik tersebut terdapat sumber air. Bila perlu letakkan garam dan kaleng tsb pada beberapa titik sekaligus dan lihatlah pada titik mana yang garamnya paling sedikit.


2. Menggunakan Lidi
Caranya adalah sebagai berikut:

1. Siapkan 2 Lidi, karet gelang, benang atau kawat. Kedua lidi dipotong sama panjang, dan ikat ujungnya dengan karet gelang, kawat atau benang. (Tidak ada lidi dapat menggunakan kayu, ranting atau tembaga).

2.Pangkal kedua lidi dipegang dengan kedua tangan terbuka. Letakkan pada antara ibu jari dengan telunjuk kemudian digenggam dengan rilek sambil dirorong kerapat. Kedua tangan
dipinggang.

3.Letakan kedua tangan yang telah memegang lidi tersebut pada pinggang. Arah ujung lidi yang telah diikat pada posisi datar di depan perut.

4.Berjalan maju maupun mundur, dengan posisi lidi tetap dipegang dengan posisi mendatar.

5.Pusatkan perhatian pada tanah yang dilalui, sambil merasakan getaran ujung kedua lidi yang ikat dengan karet gelang, kawat atau tali lainnya.

6.Apabila ada tarikan ke bawah atau ke atas pada ujung lidi, maka itu tandanya dibawah tanah yang dilalui ada aliran atau sumber air. Maka untuk memastikannya, coba mundur satu atau dua langkah dan maju dua langkah sambil tetap memegang ujung lidi. Jika ada tanda-tanda mata air, maka jika kita berjalan satu atau dua langkah ke belakang, ujung lidi akan turun, dan sebaliknya jika kita bergerak maju, maka ujung lidi akan
bergerak ke atas.

7.Jika benar tanda-tanda itu semakin kuat, yaitu
dengan tarikan ke bawah atau ke atas pada ujung lidi, berarti ada sumber air atau aliran air bawah tanah. (tandai atau berilah garis dimana tanah dilalui, persis di bawah lidi yang naik atau turun).

8.Langkah berikutnya, cari dari arah yang berlawanan. (Gerakan sama dengan point 4 s/d 6). Cari sampai menemukan hal yang serupa, dengan berpindah-pindah tempat, namun tetap arah berlawanan dengan yang telah ditandai. Jika tidak ditemukan atau tidak ada tanda-tanda, usahakan cari tempat yang lain, karena sumber air itu hanya satu arah.

9.Jika langkah ke 8 (delapan) ada tanda-tanda seperti pada point 7, maka lakukan hal yang sama dengan langkah-langkah pada point 7, dan tandai dengan garis. (Pada akhirnya kedua garis untuk tanda adanya suber air bawah tanah tersebut
akan bertemu). Lihat gambar disamping!

10.Pusatkan pada pertemuan kedua garis tersebut dan lakukan hal yang sama seperti pont 7 secara berulang-ulang, dan dari posisi yang berbeda ikuti garis-garis tersebut. Baik juga jika gerakan melingkar dari pertemuan kedua garis tersebut untuk mengetahui berapa banyak dan besarnya aliran air dalam tanah. Bisa jadi ada dua atau tiga sumber pada tempat tersebut.

MENGETAHUI KEDALAMAN SUMBER AIR
Untuk mengetahui kedalaman sumber air bawah tanah tersebut, dengan berdiri pada pertemuan garis atau pertemuan sumber air yang telah dideteksi sebelumnya. Caranya adalah sebagai berikut:

1.Berdiri pada pertemuan garis atau pertemuan sumber air dengan posisi lidi tetap dipegang dan ditempelkan pada kedua pinggang dengan posisi mendatar. Ujung kedua lidi pastikan dengan posisi mendatar menghadap ke depan. Jika benar disitu telah ditemukan sumber air, maka gerakan lidi akan ke atas. Semakin besar dan dangkalnya sumber air, maka gerakan ke atas dari ujung lidi akan semakin keras atau cepat ke atas.

2.Hitunglah dengan hitungan: satu, dua, tiga dan seterusnya sampai posisi ujung lidi berdiri tegak persis di muda atau wajah kita, atau posisi lidi tegak lurus. Sampai hitungan ke berapa, lidi tersebut pada pososi tegak lurus.
Misalnya :
“ 10” (sepuluh), maka kalikan dengan 1 Meter panjang. ( 10 X 1 Meter= 10 Meter)maka akan dapat diperkirakan bahwa kedalaman sumber air bawah tanah tersebut kira-kira 10 Meter. Jika
masih ragu-ragu, cobalah sekali lagi dengan langkah yang sama seperti ke 1.

3.Tanda pada pertemuan sumber air yang telah diukur kedalaman tersebut dengan kayu berdiri tegak, supaya nanti pada waktu menggali atau mengebor tidak tidak salah tempat . Jika kurang
percaya, coba pada lain hari dengan cara yang sama. Maka akan didapatkan hal yang sama. Bukan hanya pada hari lain, pada bulan atau tahun berikut pun tidak akan berubah posisi
sumber air tersebut. Bahkan pada musim kemarau pun sumber air pada tempat tersebut tidak berubah.

SUMUR BOR ATAU GALI BIASA.
Cara mendapatkan sumber air seperti yang telah dijelaskan diatas, berlaku untuk sumur di gali manual ataupun dengan mesin bor. Memang membuat sumur dengan menggali secara manual kelihatan lebih mudah, karena dia meter lebih luas. Namun jangan kuatir dengan hasil temuan ini, walaupun akan dibor , sumber air yang telah ditemukan tadi sebenarnya seperti pertemuan dua garis. Pada titik tersebut sebagai pedoman bahwa disitu pusat atau bertemunnya dua mata air. Maka setelah ditemukan sumber air yaitu peremuan kedua garis yang menandai adanya pertemuan dua mata air harus diberi tanda, dipatok atau diberi “anjir” supaya dalam penggalian tepat. Apalagi jika menggali dengan mesin bor yang diameternya hanya 2 s/d 4 in. Bagaimana dengan memakai daun ataupun alat yang lain? Apakah mengalami kesulitan dalam mendapatkan mata air? Tentu tidak, hanya untuk memastikan sumber air ataupun hanya resapan ataupun genangan air dalam tanah tidak bisa dibedakan. Apalagi untuk mengujinya hanya pada tempat terebut dan tidak bisa dicari arah sumber air sampai ke mana. Akan mengalami kusulitan jika akan membuat sumur pada tempat yang telah ditemukan dengan cara tersebut (daun, atau alat yang lain) dengan bor, karena tidak ada kepastian sumber air apalagi bertemunya dua sumber air di bawah tanah. Maka tidak heran jika air sumbur banyak jika musim penghujan dan akan kering pada musim kemarau. Itu berarti bukan sumber atau aliran air, tetapi resapan, genangan atau hanya satu jalur atau sumber saja. Maaf, hanya selisih 10 sampai 20 Cm saja akan menentukan banyak sedikitnya air yang didapatkan dari menggali, apalagi mengebor. Ada air, tetapi tidak banyak, karena hanya resapan dari sumber air yang ada disebelahnya.

Comments :

3 komentar to “Cara Mencari Sumber Mata Air Untuk Sumur Gali atau Bor”
CARA NGEBLOG mengatakan...
on 

copas di mn gan...?

Pa Ian mengatakan...
on 

Saya perlu waktu 12 tahun untuk bisa seperti itu !

Diyo Santos mengatakan...
on 

pake do'a apa ya pawang simur tu

Poskan Komentar

 

Anggota